ads

Workshop Pengembangan Kreativitas Perempuan dalam Bisnis Pariwisata

Article Foto bersama sejumlah pengurus Komunitas Perempuan Kreatif. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

Perempuan punya peran penting dalam pengembangan kreativitas bangsa Indonesia. Sedikit contoh saat menyajikan makanan berbahan dasar ikan misalnya. Jika disajikan dalam bentuk ikan tanpa hiasan pasti tidak akan menarik, lain halnya jika disajikan di atas piring yang cantik dan dikreasikan dengan cara yang kreatif.

DEPOK-KABARE.CO: Kementerian Pariwisata telah mengajukan 10 destinasi utama yang setiap destinasinya memiliki kelebihan dan keindahan yang hanya ada di Indonesia, mulai dari makanan, seni tari, musik, busana hingga produk budaya lainnya.

Untuk menyebarluaskan keunggulan tersebut, Kementerian Pariwisata bersama Komunitas Perempuan Kreatif (KOMPAK) dan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) menggelar Workshop Pengembangan Kreativitas Perempuan Dalam Bisnis Pariwisata di Hotel Bumi Wiyata Depok, Selasa (5/12).

Acara tersebut juga membahas sejumlah masalah seperti bisnis kuliner, bisnis sewa pakaian tradisional, rias pengantin, penginapan dan hotel, serta materi yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang bisa memajukan sektor pariwisata di Indonesia.

Ketua Dewan Pembina KOMPAK, Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah menilai, kegiatan seperti ini adalah cara pemerintah untuk terjun langsung ke masyarakat. Hal ini juga terliat dari antusias masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Mereka kumpul dari dam 8 pagi sampai sore hari tapi masih terlihat semangat mengikuti rangkaian acara. Artinya memang menarik dan ketika ada uluran tangan yang dikomunikasikan dengan baik semuanya dapat bersinergi dan semua orang akan senang,” kata Dewi Arimbi kepada Kabare.co di Depok, Selasa (5/12).

Antusias peserta saat mengikuti Workshop Pengembangan Kreativitas Perempuan Dalam Bisnis Pariwisata di Hotel Bumi Wiyata Depok. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)
Contoh produk hasil kreasi dari sulam. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

 

Menurut Arimbi, kemajuan bangsa memang harus didukung sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, organiasi, perguruan tinggi dan juga pelaku usaha.

“Saya cukup senang mendengar di antara ibu-ibu disini ada perempuan muda yang akan membagikan ilmunya yang didapat dari pertemuan ini. Beberapa mahasiswa Universitas Sriwijaya juga rencananya akan mengajarkan kembali apa yang mereka dapat kepada teman temanya. Kemudian ada juga ibu-ibu dari Krui, Lampung Barat yang akan membawa ilmu yang mereka dapat kepada komunitas-komunitas ibu-ibu yang ada di sana,” ujar Arimbi.

Ia menambahkan, artinya kegiatan ini berkembang tidak hanya sampai di sini. “Jadi hal seperti ini sangat bermanfaat. Selain menghadirkan suasana yang menyenangkan, para peserta juga diberikan ilmu yang bermanfaat. Melalui kegiatan ini juga tercipta lapangan kerja untuk peserta workshop dan juga lingkungannya jika ilmunya disebarluaskan,” ujarnya. (bas) 

ads
Berita Terkait
Komentar

ads