ads

Peran Perempuan dalam Mendongkrak Sektor Pariwisata di Indonesia

Article Ketua Dewan Pembina KOMPAK, Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

Kementerian Pariwisata bersama Komunitas Perempuan Kreatif (KOMPAK) dan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) menggelar Workshop Pengembangan Kreativitas Perempuan Dalam Bisnis Pariwisata di Hotel Bumi Wiyata Depok, Selasa (5/12).

DEPOK-KABARE.CO: Hadir sebagai salah satu pembicara, Ketua Dewan Pembina KOMPAK, Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah yang membawakan materi “Kreativitas Perempuan dalam Dunia Pariwisata”. Arimbi menyebutkan, kreativitas adalah kunci untuk menghasilkan dan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Apalagi sektor pariwisata di Indonesia dewasa ini potensinya sedang naik.

Target pariwisata Kemenpar pada 2019 yakni jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) 275 juta. Hal ini bisa dijadikan potensi bagi pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Untuk itu, kata Arimbi, pelaku usaha jangan sampai membuang peluang ini apalagi sektor kerajinan kebanyakan digeluti oleh kaum perempuan.

“Bagi pengusaha itu peluang dan jangan disia-siakan. Kenapa wanita? Karena biasanya untuk kerajinan, untuk kuliner itu yang menangani kebanyakan adalah kaum perempuan,” ucap Arimbi kepada Kabare.co di sela acara tersebut.

Pariwisata, lanjutnya, tidak hanya terkait dengan keindahan alam, namun banyak hal pendukung penting seperti kuliner, kesenian, tari-tarian, kain, pakaian tradisional, fasilitas penginapan, tempat rekreasi dan fasilitas-fasilitas yang mendukung promosi pariwisata itu sendiri. Meskipun sudah membuat promosi yang bagus di mana-mana namun jika tidak didukung dengan fasilitas yang baik maka pariwisata di Indonesia tidak akan berkembang ke arah yang lebih baik.

Kreativitas perempuan dalam memajukan Indonesia diakui Arimbi bisa dimulai dari hal terkecil. Ia mencontohkan ketika di rumah, perempuan harus mengatur menu makanan sampai keperluan liburan. “Dari makanan saja perempuan bisa mengembangkan krativitasnya. Perempuan juga memiliki peran penting saat mengatur liburan keluarga. Kreativitas perempuan juga akan berdampak besar dalam mengelola keuangan keluarga. Sehingga kaitan kreativitas perempuan sangatlah besar bagi Indonesia,” katanya menambahkan.

Ketua Dewan Pembina KOMPAK, Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

Dengan adanya acara talkshow dan workshop yang dilakukan seperti ini potensi perempuan dapat terangkat dan bisa menyadarkan dirinya kembali bahwa perempuan adalah mahluk yang istimewa dan dengan kreativitasnya bisa mendukung dan memajukan perekonomian di Indonesia.

Rangkaian kegiatan ini juga dimeriahkan dengan workshop pembuatan rajut, yang diharapakan dari hasil rajut ini dapat menjadi hasil karya yang bisa dikaitkan dengan potensi daerah yang ada di Indonesia. “Mungkin kedepannya setelah ini akan lahir rajutan dengan motif khusus daerah tertentu,” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga dibahas sejumlah masalah lainnya yang tidak hanya berkutik di dalam fesyen, seperti bisnis kuliner, bisnis sewa pakaian tradisional, rias pengantin, penginapan dan hotel, serta materi yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang bisa memajukan sektor pariwisata di Indonesia. (bas)
 

ads
Berita Terkait
Komentar

ads