ads

Pemprov DKI Jakarta Gelar Nikah Massal di Malam Tahun Baru

Article Ilustrasi: Pasangan menikah dengan adat Betawi. (istimewa)

Nikah massal ini dikhususkan untuk warga ber-KTP DKI dan merupakan warga tidak mampu. Mereka juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang diwajibkan untuk menikah, seperti batas usia yang diperbolehkan untuk menikah.

JAKARTA-KABARE.CO: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar nikah massal secara gratis pada malam pergantian tahun dari 2017 ke 2018.

Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah keperluan untuk proses nikah massal ini. Salah satunya bekerja sama Badan Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) DKI Jakarta untuk menyiapkan mahar.

"Maharnya Al Quran dan seperangkat alat shalat dibayar tunai. Itu dari Bazis karena kan orang-orang yang tidak mampu mereka ini," ujar Premi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/12).

Selain mahar, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan keperluan lainnya seperti pakaian adat Betawi, pelaminan dan konsumsi. "Ada pelaminan adat Betawi, nanti mereka bisa foto-foto. Pelaminannya satu, ganti-gantian. Terus ada makan, konsumsi," kata Premi.

Warga yang akan mengikuti nikah massal tidak dikenakan biaya. Sebab, berdasarkan peraturan menteri agama, biaya pernikahan untuk warga tidak mampu adalah 0 rupiah.

Dia menjelaskan, kuota sementara untuk nikah massal ini sebanyak 534 pasangan dan peserta nikah massal dapat mendaftar di kelurahan setempat. Apabila animo masyarakat cukup tinggi, kata Premi, kuota untuk pernikahan massal tersebut bisa ditambah.

"Kemarin batasi kuota 534, tetapi kalau ternyata masyarakat yang ingin menikah cukup besar, maka minggu depan akan ada rapat evaluasi, berarti kuota akan ditambah," ucapnya.

Pernikahan massal ini akan digelar di park and ride Jalan MH Thamrin Nomor 10, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pukul 19.00 WIB pada 31 Desember 2017. (*)

ads
Berita Terkait
Komentar

ads