ads

Menggali Potensi Maritim dan Peradaban Bahari

Article Diskusi terbatas oleh DPR-RI

Diskusi Terbatas: "Mendayagunakan potensi maritim sebagai langkah membangun peradaban bahari."

Yogyakarta - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR-RI) bekerjasama dengan lembaga mitra di tingkat lokal atau provinsi selenggarakan dikusi terbatas dengan tema “Mendayagunakan Potensi Maritim Langkah Membangun Peradaban Bahari”.  Pembicara adalah budayawan M. Sobary,  Staf Jurusan Sejarah FIB UGM DR. Abdul Wahid, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dr. Andung Prihadi, Ahli Kelautan dari UGM DR. Suadi. Moderator La Ode Idris, Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Kabare. Hadir Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, anggota DPD-RI, para akademisi, budayawan, aktivis lingkungan dan tokoh masyarakat Jogja.

Diskusi yang berlangsung di Grand Aston Yogyakarta pada 19 Desember itu dibuka Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah. Menurutnya, mendayagunakan potensi maritim harus dilakukan. Nilai-nilai kebaharian sebagai identitas bangsa ini harus terus digali dan dilestarikan.  "Kita sudah tahu potensi pembangunan dan pengembangan bahari sejak dahulu di nusantara. Peradaban bahari yang dikembangkan dalam pembangunan DIY melalui paradigma 'Among Tani Dagang Layar'," ujar GKR Hemas.

Dari paparan narasumber dan diskusi tergambar jelas tentang potensi kelautan Indonesia yang sangat besar. Hanya saja potensi itu belum dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan pereknomian Indonesia. Ini akibat pola pikir bangsa ini yang masih bersifat kontinental. Padahal, nusantara dapat jaya pada abad 15-16 karena menguasai potensi lautan. Karena itu, perlu kembali diupayakan dan digerakan secara menyeluruh agar bangsa ini kembali dapat menjadi bangsa maritim yang kuat.

ads
Berita Terkait
Komentar

ads