ads

Mencintai Indonesia Bisa Dimulai dari Hal Kecil

Article Peserta workshop Pengembangan Kreativitas Perempuan Dalam Bisnis Pariwisata. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

Indonesia memiliki luas wilayah yang luar biasa dengan jumlah penduduk dan ragam suku dan budaya yang berbeda. Keberagaman ini menjadi anugrah yang diberikan Tuhan dan diwariskan oleh nenek moyang yang membentuk budaya di seluruh Nusantara. Sewajarnya dan menjadi kewajiban sebagai generasi penerus untuk mempertahankan budaya yang sudah diwariskan tersebut.

DEPOK-KABARE.CO: Memulai untuk lebih mencintai Indonesia bisa dimulai dari hal hal kecil seperti jalan-jalan keliling Indonesia atau menghabiskan uang untuk masyarakat Indonesia.

“Jalan-jalanlah keliling Indonesia, uang kita belanjakanlah untuk masyarakat Indonesia. Jangan sampai kita justru antusias untuk bepergian ke luar negeri untuk menikmati liburan di negeri orang,” ucap Chairman of Heary 1 Group, Dewi Arimbi saat ditemui Kabare.co di Depok, Selasa (5/12).  

Menurutnya, boleh boleh saja jalan-jalan dan menghabiskan uang di luar negeri, tetapi apakah kita sudah keliling Indonesia untuk menikmati keindahan alamnya, seperti ke Wakatobi, Raja Ampat, dan daerah-daerah wisata unggulan lainnya yang ada di Indonesia. Sepuluh destinasi prioritas Indonesia itu luar biasa, mulai dari makananya, pakaian, nyanyian sampai budaya-budaya di setiap destinasi.

“Dengan kemajuan era digital kita bisa melihat keindahan wisata wisata menawan yang ada di dunia. Alangkah baiknya jika kita bisa liburan kesana. Tapi kalau bisa liat luar negeri dari youtube saja, jalan-jalannya di Indonesia,” ujarnya diiringi tawa canda.

“Jembatan Ampera misalnya, dibuat oleh orang Indonesia, tapi banyak juga warga Indoensia yang ramai-ramai berfoto di Golden Gate Amerika, kenapa ga berfoto di Jembatan Ampera saja,” kata Arimbi seraya bercanda.

Chairman of Heary 1 Group, Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

 

Arimbi menilai, sudah selayaknya warga Indonesia mulal untuk membiasakan menggunakan produk buatan bangsa sendiri. Bukan berarti tidak boleh menggunakan produk asing, hanya saja sebisa mungkin gunakan produk yang dibuat bangsa sendiri.

Menurutnya, beberapa produk buatan Indonesia juga sudah mampu bersaing dengan brand-brand ternama dari luar negeri seperti yang bisa disaksikan di pusat perbelanjaan modern. Kedepannya pemerintah diharapkan bisa menghadirkan produk yang dapat digunakan masyarakat umum, seperti mobil dan juga produk elektronik, seperti telepon genggam.

“Harusnya kita sudah bisa, ayolah kita mulai. Kita sudah berada di era digital jadi manfaatkan digital itu untuk kemajuan bangsa,” katanya.    

Indonesia memiliki luas wilayah yang luar biasa dengan jumlah penduduk dan ragam suku dan budaya yang berbeda. Keberagaman ini menjadi anugrah yang diberikan Tuhan dan diwariskan oleh nenek moyang yang membentuk budaya di seluruh Nusantara. Sewajarnya dan menjadi kewajiban sebagai generasi penerus untuk mempertahankan budaya yang sudah diwariskan tersebut.

“Berdasarkan itulah kita harus mempertahankan kebudayaan yang beragam itu dalam kesatuan jalinan yang indah, Negara Kesatuan Replublik Indonesia,” kata Arimbi. (bas) 

ads
Berita Terkait
Komentar

ads