ads

Lion Parcel Tingkatkan Akses Pasar Produk UKM Indonesia

Article Victor Ary Subekti (tengah), General Manager Sales Lion Parcel. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

Lion Parcel mengadirkan akses pasar dan promosi produk Usaha Kecil Menengah di seluruh Indonesia. Salah satunya dengan layanan pengiriman satu hari sampai ke seluruh Indonesia.

JAKARTA-KABARE.CO: Penyedia jasa pengiriman barang milik Lion Air Group, yaitu Lion Parcel punya cara sendiri untuk meningkatkan akses pasar dan promosi produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di seluruh Indonesia.

Victor Ary Subekti, General Manager Sales Lion Parcel mengatakan, tidak seperti pemain lainnya, Lion Parcel ingin semua kurirnya mengantar barang-barang UKM yang dipesan oleh pembeli di suatu tempat langsung ke tempat tujuan.

"Kekuatan kita adalah network pesawat, kalau pesawat kan cepat. Jadi contoh begini, kalau kita mau makan malam pempek asli Palembang, pesan saat pagi, kirim pakai Lion Parcel dan deliverinya sampai sebelum jam 9 malam," kata Victor kepada Kabare.co di sela acara e2e Commerce di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Victor menuturkan, Lion Parcel ingin menghadirkan kondisi bagaimana caranya agar orang tidak memakan produk luar, namun lebih kepada mengutamakan produk  lokal. "Kita ingin menjadi keep player di Indonesia, kita ingin punya brand kalau memikirkan UKM mikirnya Lion Parcel," ujarnya.

"Kita jangan bicara Jakarta, Surabaya atau Bandung, kita bicara orang-orang yang ada di daerah, seperti Sangatta di Kalimantan Timur yang 8 jam perjalanan darat ke Balikpapan. Kini mereka bisa pesan apa saja saat pagi, malamnya sampai, begitu juga daerah terpencil lainnya. Bagaimana agar tidak basi kita yang hendle itu," tambah dia.

Dia menambahkan, saat ini kebanyakan masih produk garmen yang mendominasi layanan Lion Parcel, seperti produk fashion, produk yang berhubungan dengan fashion, aksesoris, sepatu, tas dan lainnya.

"Kalau makanan masih terbilang kecil, kita masih tumbuh. Karena orang kadang-kadang takut mengirim karena kondisi bau, basi atau berubah warna dan banyak kendala lainnya," ujarnya. (wid/bas)

ads
Berita Terkait
Komentar

ads