ads

Kontribusi Ekonomi Kreatif pada Perekonomian Nasional Semakin Tumbuh

Article Salah satu stan di pameran Crafina 2017. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

Kontribusi ekonomi kreatif pada perekonomian nasional semakin tumbuh. Pada 2015 pertumbuhan sektor ekonomi kreatif mencapai 4,38% dan kontribusinya mencapai 7,38% terhadap perekonomian nasional.

JAKARTA-KABARE.CO: Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengatakan pada 2015, subsektor ekonomi kreatif yang paling besar berkontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto) ekonomi kreatif adalah subsektor kuliner yaitu sebanyak 41,69%, disusul oleh subsektor fashion sebesar 18,15% dan subsektor kriya (kerajinan) sebesar 15,7%. Oleh sebab itu, subsektor kriya dipilih sebagai salah satu subsektor unggulan pengembangan ekonomi kreatif nasional oleh Bekraf.

"Kita semua suka ekspor tapi kita tidak boleh lengah tentang pasar lokal. Untuk itu saya punya istilah Lokal Now, Global Leter," ucap Triawan Munaf saat memberikan sambutan di acara pembukaan pameran Crafina 2017 di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Dia menyebutakan kalau pelaku industri di Indonesia hanya berfikir produksi untuk diekspor, sementara kebutuhan dalam negeri disupply oleh orang luar, hal ini justru memberikan keuntugan bagi pelaku usaha dari luar.

"Jangan sampai peluang di dalam negeri justru diambil orang luar, itu kan sayang. Kita dukung pameran kerajinan seperti Crafina ini agar produk Indonesia semakin berkembang," ujar dia.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf (kanan) saat meninjau produk kerajinan di pameran Crafina 2017. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)



Triawan juga mengingatkan, untuk saat ini maskapai penerbangan sudah sangat murah, sehingga ketika membuat pameran tidak bisa lagi menghadirkan seadanya tapi harus benar-benar berkualitas.

"Kerajinan budaya Indonesia kalau bisa ditampilkan dengan kualitas yang baik pasti memukau dunia, contoh nyatanya adalah batik yang punya cerita di setiap motifnya. Jadi kita tidak perlu takut gempuran produk asing, karena produk kita punya cerita unik di dalamnya," ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, penting juga melakukan regenerasi di setiap karya seni yang sudah dihasilkan, sehingga generasi mendatang bisa melihat, mengetahui, bercerita dan memberikan apresiasi. (bas)

ads
Berita Terkait
Komentar

ads