ads

Irawati Durban, 60 Tahun Menari untuk Indonesia

Article Irawati Durban bersama murid dan penggemarnya di Pameran ICRA 2017. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

Berkat keahliannya dalam menari ia berkesempatan melanglang buana dalam rangka membawa misi kesenian antara lain Chekoslowakia, Hongaria, Polandia, Rusia, Perancis, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang.

JAKARTA-KABARE.CO: Di dalam negeri Irawati Jogasuria atau Irawati Durban Ardjo sering diminta untuk menari di istana negara dalam acara menyambut tamu negara. Selain sebagai penari, dia juga pengajar tari dan pelatih tari kreasi baru di Viatikara Bandung, dan menjadi pengajar tari Sunda di Center for World Music di Berkeley Amerika Serikat (1974).

Sejak 1978, dia menjadi pelatih tari Galih Pakuan. Kreasi tari yang digubahnya, antara lain tari Balon (Ballet, 1956), tari Bambu (1961), tari Puspa Apsari (1977), tari Simbar kembar (1979). Bersama Indrawati Lukman, ia mengubah tari Rangganis (1979).

Irawati Durban bersama muridnya di Pameran ICRA 2017. (Foto: Kabare.co/ Baskoro Dien)

Dilahirkan tahun 1943, Ira adalah penari yang sejak 1957 telah mengikuti tujuh Misi Kesenian Indonesia ke luar negeri dari 13 Misi Kesenian yang dikirim Presiden Soekarno dalam upaya memperkenalkan Indonesia yang masih muda ke dunia luar pada 1952-1965. 

Di masa Presiden Soeharto, dia adalah penari yang paling sering diminta menari untuk para Tamu Negara di istana Jakarta pada 1971-1997. Selepas Presiden Soeharto lengser, kemudian dia lebih banyak menampilkan murid tarinya, namun di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dia khusus turut menarikan Tari Merak untuk Presiden George Bush pada 2016 di Istana Bogor.

Dalam era Presiden Joko Widodo beberapa acara penting dilaksanakannya, antara lain Peringatan 50 Tahun Tari Merak, memeriahkan acara 70 tahun Indonesia Merdeka, Peluncuran Program Nasional 'Gerakan Ayo Kerja', menyambut tim ekspedisi Kapsul Waktu, memperingati Hari Lahir Pancasila, dan juga Tari Merak bagi delegrasi dari 40 negara peserta 14 Globelics International Conference. (*)

ads
Berita Terkait
Komentar

ads